24 February 2024
Indeks

Mengenal Sejarah Tari Mondotambe, Tarian Penjemputan Asal Sulawesi Tenggara

  • Bagikan
Mengenal Sejarah Tari Mondotambe, Tarian Penjemputan Asal Sulawesi Tenggara
Seorang perempuan saat menarikan tari Mondotambe. (Foto: IG Sanggar Ana Sepu Sorume)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki banyak keragaman tari tradisional, salah satunya tari Mondotambe yang berasal dari suku Tolaki.

Tarian ini juga kerap disebut tari penjemputan karena sering ditampilkan saat menyambut para tamu kehormatan atau pejabat negara yang berkunjung ke Sultra, terutama di Kota Kendari, ibu kota Sultra.

Iklan Astra Honda Sultratop

Tari Mondotambe merupakan bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kepada para tamu. Dalam tarian ini juga tersemat harapan agar para tamu yang berkunjung ke Sultra mendapatkan keselamatan bila kembali ke tempat tugasnya.

Lantas seperti apa sejarah tari Mondotambe ini? Yuk, kita simak.

Salah satu tokoh adat suku Tolaki, H. Darma mengungkapkan, tari Mondotambe sudah ada sejak zaman Kerajaan Konawe dulu. Tarian ini ditampilkan untuk menyambut para tentara yang baru pulang dari berperang.

Namun, jika berbicara tari Mondotambe maka tak bisa lepas dari tari Umoara. Sebab, kata H. Darma, kedua tarian ini ternyata satu paket yang harus ditampilkan bersama.

Tari Umoara sendiri adalah tarian perang yang berkembang pada masyarakat Tolaki. Tari ini dibawakan oleh dua orang penari laki-laki. Keduanya mengenakan pakaian perang Tolaki serta membawa parang dan tameng atau perisai.

Kedua penari laki-laki tersebut bermain pedang sambil melompat. Tangan yang memegang parang di sebelah kanan dan perisai di sebelah kiri diayunkan ke arah penari lain, yang dipandang sebagai musuh di medan peperangan.

Mengenal Sejarah Tari Mondotambe, Tarian Penjemputan Asal Sulawesi Tenggara
Para penari Mondotambe dan Umoara berfoto bersama (Foto: IG Sanggar Ana Sepu Sorume)

“Kalau Mondotambe dibawakan oleh penari perempuan maka tari Umoara ini dibawakan oleh dua orang penari laki-laki” terang H. Darma, yang saat ini mengelola Sanggar Ane Sepu Sorume.

Menurut H. Darma, kata Umoara sendiri memiliki arti coba-coba. Adapun yang dicoba adalah ketangkasan memainkan parang, melatih kekuatan otot melalui hentakan kaki, melatih ketangkasan mata dan melatih menangkis memakai tameng atau perisai.

Awalnya, dulu hanya tari Umoara saja yang dipentaskan setelah para tentara kerajaan Mekongga dan Konawe selesai perang. Untuk merayakan kemenangan, mereka disambut oleh rakyat dengan tarian tersebut. Belakangan tercipta tari Mondotambe yang terus eksis hingga saat ini.

Selain ditampilkan saat menyambut tamu-tamu penting, pada masyarakat suku Tolaki, tarian ini juga dipentaskan dalam prosesi pernikahan.

Tarian Mondotambe dibawakan oleh gadis-gadis remaja sebagai tanda penerimaan yang tulus, ikhlas, dan gembira dengan kedatangan tamu tersebut.

Para penari mengenakan busana motif tabere atau hiasan, sarung tenun Tolaki, dan aksesoris seperti ngaluh atau ikat kepala, kalung dan membawa bosara atau bokor dari rotan.

Saat menari, para penari diiringi oleh musik yang terdiri dari dua gong besar, tiga gong kecil berirama, dan tiga gendang Tolaki.

Variasi tarian Mondotambe sendiri terdiri dari 13 gerakan yang diakhiri dengan tabur bunga atau beras yang dalam bahasa Tolaki disebut mekaliako owoha.

Mengenal Sejarah Tari Mondotambe, Tarian Penjemputan Asal Sulawesi Tenggara
Gerakan tabur bunga atau beras sebagai tanda penghormatan tamu (Foto: IG Sanggar Ana Sepu Sorume)

Untuk jumlah penari Mondotambe minimal empat orang, bahkan bisa mencapai 12 orang. Menurut H. Darma, alasan penari Mondotambe minimal empat orang karena empat merupakan simbol dari Siwole Mbatohu, yakni pembagian wilayah Kerajaan Konawe menjadi empat bagian, yaitu bagian barat, timur, utara, dan selatan.

Bagian barat kerajaan Konawe berpusat di Latoma, bagian timurnya di Ranomeeto, bagian utara di Tongauna, dan bagian selatan berpusat di Asaki.

Tujuan pembentukan Siwole Mbatohu ini, kata H. Darma adalah untuk memperlancar urusan pemerintahan Kerajaan Konawe yang memiliki wilayah luas saat itu.

Nah, itulah sejarah tari Mondotambe di Bumi Anoa. (——)

Penulis: Tim Redaksi

google news sultratop.com
  • Bagikan