SULTRATOP.COM, KENDARI – Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan sertifikasi berbasis kompetensi kualifikasi direktur tingkat I dan komisaris angkatan I di Hotel Claro Kendari sekitar 11 hari mulai dari 5 hingga 15 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari calon komisaris dan direksi serta pejabat BPR Bahteramas yang ada di Sultra. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Asrun Lio mengatakan, pelatihan sertifikasi ini bukan sekedar pelatihan untuk mendapatkan sertifikat atau pengakuan di atas kertas bahwa mereka kompeten menduduki jabatan di BPR Bahteramas.
Melainkan, kegiatan ini adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik di tubuh BPR Bahteramas di Sultra.
“Ya kadang masalah yang kita hadapi di lapangan akan jauh berbeda dengan teori, tapi kebijakan sebagai seorang pemimpin tanpa ilmu yang kuat juga hasilnya tidak akan baik pula,” kata Asrun Lio saat membawakan sambutan dalam acara pelatihan ini, Selasa (6/1/2026).
Melalui pelatihan ini Asrun Lio menitiberatkan pada persoalan integritas. Sebagai calon pemimpin ke depannya, para peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan menjadi direktur dan komisaris yang berintegritas tinggi.

Sebab, ia tak ingin BPR Bahteramas mengalami kemunduruan hanya karena persoalan tata kelola perusahaan yang salah serta SDM yang tidak mempuni.
Kemudian, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan, pelatiah sertifikasi ini merupakan cikal bakal untuk memperkuat tata kelola perusahaan BPR Bahteramas ke depan.
Menurutnya, masalah dan tatangan perbankan ke depan akan semakin kompleks sehingga dibutuhkan insan BPR yang mempuni dan siap mengahadapi segala bentuk perubahan itu.
“Saya berharap 5 hingga 10 tahun ke depan BPR Bahteramas bisa semakin kuat dan bisa bersaing dengan bank umum di Sultra tentu selaras dengan koridor dan aturan yang ada,” kata Bismi Maulana.
Sementara itu, Ketua Perbarindo Sultra Ahmat menjelaskan, penguatan tata kelola dan peningkatan SDM melalui pelatihan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatan GCG di BPR Bahteramas.
Kata dia, semangat menghadapi konsolidasi BPR Bahteramas menjadi satu entitas lembaga jasa keuangan harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan SDM-nya.
Secara umum, Direktur Utama (Dirut) PT BPR Bahteramas Konawe itu menyebutkan, tujuan dari pelatihan ini yakni untuk meningkatkan kompetensi, kredibilitas, dan produktivitas profesional dengan memvalidasi keahlian sesuai standar industri.
Sertifikasi memberikan bukti tertulis atas kemampuan, menjadikannya alat penting untuk pengembangan diri dan pengakuan formal dalam dunia kerja.
Untuk diketahui, kegiatan pembukaan pelatihan sertifikasi berbasis kompetensi kualifikasi direktur tingkat I dan komisaris angkatan I dihadiri pula Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Master Trainer, penulis standar kompetensi, dan praktisi perbankan, termasuk menjabat sebagai Komisaris BPR (Bank Perkreditan Rakyat).
Zinsari.
Selanjutnya Dirut PT BPR Bahteramas Kendari Suryaningsih, BPR Bahteramas Konawe Selatan (Konsel) Shabarul Mukjizat, BPR Bahtermas Kolaka Sahriana, BPR Bahteramas Bombana Yusrianti Mansur, BPR Bahteramas Konawe Utara Abdul Razak.
Penulis: Ilham Surahmin
















