23 July 2024
Indeks
Iklan Sultratop

Pemprov Usulkan 4 Ekor Sapi untuk Kurban Presiden di Sultra

  • Bagikan
Pemprov Usulkan 4 Ekor Sapi untuk Kurban Presiden di Sultra
Salah satu sapi yang jadi usulan Distanak Sultra ke Sekretariat Kepresidenan untuk kurban presiden di Sultra tahun 2024. (Ist)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam hal ini dinas tanaman pangan dan peternakan (Distanak) telah mengusulkan empat ekor sapi kepada Sekretariat Kepresidenan pada Mei 2024. Sapi itu disiapkan untuk kurban Presiden di Sultra.

Usulan tersebut menindaklanjuti surat Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan nomor: 01250/PK.210/F/04/2024 perihal permintaan data ketersediaan sapi untuk Banmas Presiden RI tahun 2023 tanggal 01 April 2024 bahwa Sultra dialokasikan 1 ekor sapi kurban Presiden RI.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Sultra, La Ode Muhammad Jabal, mengatakan, empat ekor sapi tersebut berasal dari dua kabupaten di Sultra, yaitu dua ekor di Konawe Selatan (Konsel) dan dua ekor di Kolaka Timur (Koltim). Sapi-sapi tersebut diusulkan untuk dipilih yang terbaik.

” Adapun nanti tentang mana yang terpilih itu diserahkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Sekretariat Kepresidenan. Yang pastinya usulan kami itu adalah yang terbaik,” ungkapnya via telepon WhatsApp pada Rabu (5/6/2024).

Lanjutnya, keempat sapi usulan tersebut berjenis simental, limosin, dan wagyu. Kriteria sapi kurban yang diusulkan ke Sekretariat Kepresidenan untuk kurban Presiden itu memiliki standar berat 850 kg sampai 1 ton.

Jabal menjamin bahwa sapi usulan tersebut bebas dari penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan jembrana. Pasalnya, semua sapi kurban di Sultra telah melewati tahap vaksinasi. Terlebih, penyakit jembrana umumnya terkontaminasi pada sapi Bali.

“Tapi kan, sapi kurban Presiden ini bukan sapi Bali. Untuk sapi-sapi calon kurban presiden ini adalah kualitas impor. Jadi tidak begitu terpengaruh dengan penyakit jembrana,” tambahnya.

Informasi terakhir yang diterima Distanak Sultra dari Sekretariat Kepresidenan bahwa akan dilakukan pengambilan sampel darah untuk pengecekan pada masing-masing sapi tersebut.

Jabal menyebut, masing-masing pemilik sapi tersebut akan dihubungi oleh Sekretariat Kepresidenan. Setelahnya, Distanak Sultra akan menyodorkan sapi pilihan tersebut ke Sekretariat Kepresidenan.

Langkah selanjutnya, Sekretariat Kepresidenan dan Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dokter hewan Distanak Sultra akan melakukan pengawasan kesehatan dengan melakukan pengecekan pada sapi pilihan itu.

Adapun data ke-4 sapi usulan Presiden dari Sultra yaitu sapi jenis simental dengan berat 1 ton berasal dari Desa Watupute, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Koltim. Pemiliknya bernama Jusman dengan harga peternak Rp110 juta.

Selanjutnya, sapi jenis simental dengan berat 900 kg dari Desa Watupute, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Koltim. Pemiliknya adalah Hendri dengan harga peternak Rp100 juta.

Sapi jenis wagyu dengan berat 850 kg berasal dari Desa Tridana, Kecamatan Landano, Kabupaten Konsel. Pemiliknya adalah Sudirman dengan harga peternak Rp950 juta.

Serta sapi jenis simental dengan berat 850 kg berasal dari Desa Morone, Kecamatan Konda, Kabupaten Konsel. Pemiliknya bernama Edi Ardianto dengan harga peternak Rp950 juta.

Sebagai Informasi, presiden RI tiap tahunnya memberikan kurban 1 ekor sapi di tiap-tiap provinsi yang ada di Indonesia. Pada 2023, sapi kurban Presiden di Sultra berasal dari Konda, Konsel berjenis limosin dengan bobot 850 kg seharga Rp100 juta. (—–)

Kontributor: Ismu Samadhani

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan