15 July 2024
Indeks

Pemprov Sultra Tanggapi Positif Perbaikan Jembatan di Wakatobi oleh Youtuber Denmark

  • Bagikan
Pemprov Sultra Tanggapi Positif Perbaikan Jembatan di Wakatobi oleh Youtuber Denmark
Asrun Lio

SULTRATOP.COM, KENDARI – Beberapa waktu lalu viral di media sosial (medsos) terkait perbaikan jembatan di Dusun Pakana, Desa Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dilakukan oleh youtuber traveler motor asal Denmark, Kristen Hansen. Ia membagikan proses perbaikan jembatan itu melalui Instagram dan Youtube pribadinya @KristianHansen.

Dalam kisah yang dibagikannya itu, ia menceritakan kali pertamanya tiba di Desa Bajo Sampela hingga proses perbaikan jembatan di desa itu yang dilakukannya bersama warga setempat melalui donasi yang dikumpulkan selama 3 hari.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Ia berhasil mengumpulkan donatur lebih dari 300 orang dengan jumlah donasi kurang lebih Rp75 juta yang digunakan untuk membeli 20 kubik kayu, serta 50 kg paku dan gergaji. Dengan semangat itu, jembatan tersebut berhasil diperbaharui kurang dari 24 jam.

Kendati demikian, aktivitas tersebut disoroti oleh Kepala Desa Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Gamis melalui postingan videonya. Ia merasa kecewa karena aktivitas itu tidak diketahui dan tidak melalui konfirmasi pemerintah desa.

Gamis juga menilai bahwa jembatan yang berusia kurang lebih 10 tahun itu masih layak digunakan hingga 2 tahun ke depan.

Berbeda tanggapan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Asrun Lio menganggap aktivitas itu sebuah inspirasi positif, pembelajaran berharga, sekaligus mengingatkan bahwa budaya gotong-royong yang lahir dari bangsa Indonesia juga menjadi praktik oleh bangsa lain.

“Kita harus berterima kasih karena budaya gotong-royong bangsa Indonesia kembali diangkat melalui aksi perbaikan jembatan dengan menggerakkan masyarakat setempat, sehingga persoalan bertahun-tahun dapat dituntaskan dalam sehari,” tutur Asrun dalam keterangan resminya pada Senin (8/7/2024).

Tindakan yang dilakukan ini, kata Asrun merupakan tindakan positif yang harus didukung. Sekecil apapun itu, sepanjang mampu memberi dan bernilai manfaat kepada mahluk hidup, apalagi kepada masyarakat.

Pemprov Sultra juga menilai aksi itu sebagai ajang promosi destinasi wisata di Wakatobi yang secara tidak langsung telah dilakukan oleh wisatawan asal Denmark. Bahwa wisata bahari itu meliputi pemandangan, alam, laut, budaya termasuk kehidupan masyarakat lokal dengan segala potensi kelebihan dan kekurangannya.

Asrun menilai, tindakan menggerakkan warga desa dan memberikan motivasi serta membangkitkan kesadaran untuk memperbaiki jembatan rusak adalah sebuah keswadayaan yang patut diapresiasi positif, dan tak perlu ada rasa kecewa.

Kata dia, hal itu justru harus mendapat dukungan moril dan simpatik semua pihak, termasuk aparat pemerintah setempat.

Mantan Kadis Dikbud Sultra itu juga mengatakan, meski hanya sebagai pelancong atau wisatawan yang berkunjung tidak lama di desa tersebut, namun niatan baik untuk membangkitkan kesadaran manusia itu tidak mudah.

“Upaya yang dilakukan Kristian Hansen sebagai seorang wisatawan itu tidak ada salahnya, bahkan menjadi bernilai edukatif bagi warga desa, mendorong sikap dan budaya gotong-royong yang memang menjadi nilai kearifan budaya Indonesia, menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” tuturnya.

Kata Asrun, jika pun yang dilakukan warga desa memperbaiki papan jembatan rusak tidak secara keseluruhan, dan bukanlah jalan yang dilalui umumnya warga desa, ke depan pihak pemerintah desa dapat kembali memperbaikinya dengan anggaran yang telah tersedia di desa. (—-)

Kontributor: Ismu Samadhani

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan