24 July 2024
Indeks
Iklan Sultratop

Menteri Pariwisata Bakal Gencar Beri Pelatihan Bahasa Inggris pada Pelaku UMKM di Seluruh Desa Wisata

  • Bagikan
Sandiaga Uno (Dok: Twitter @sandiuno)

SULTRATOP.COM – Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno akan gencar melakukan pelatihan dan peningkatan keahlian bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di seluruh desa wisata di Indonesia, terutama kemampuan berbahasa Inggris.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Uno menyusul video seorang wisatawan mancanegara (wisman) bernama Davud Akhundzada yang mengaku menjadi korban scam atau penipuan saat berada di Desa Wisata Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Dalam video itu, Davud terlihat hendak membeli kerajinan tangan dari seorang nenek. Ia lalu bertanya harga dari kerajinan tangan tersebut dalam Bahasa Inggris. Sang nenek menjawab Rp60 ribu.

Davud berkata kerajinan tangan tersebut terlalu mahal dan ia merasa telah ditipu oleh pelaku UMKM di Desa Sade.

Menparekraf Sandiaga Uno lewat cuitan di akun Twitter resminya @sandiuno pada Selasa (20/12/2022) malam menegaskan tidak ada penipuan di Desa Sade. Hal itu terjadi karena kesalahan persepsi dan komunikasi. Pasalnya, tak semua pelaku UMKM di Desa Sade mengerti Bahasa Inggris.

“Kemarin sempat viral di media sosial terkait postingan wisatawan asing, Davud Akhundzada yang datang ke Desa Wisata Sade, Lombok, dan melakukan tuduhan bahwa para pelaku kreatif di desa tersebut melakukan penipuan,” tulis Sandiaga Uno.

“Secara tegas saya sampaikan tidak ada penipuan di Desa Sade, Lombok! Ini hanyalah kesalahan persepsi dan komunikasi. Saya akan selalu membela para pelaku ekonomi kreatif tanah air demi terciptanya lapangan kerja yang lebih luas lagi,” Sandiaga Uno melanjutkan cuitannya.

Cuitan Menparekraf Sandiaga Uno itu pun banjir dukungan dari para netizen. Banyak netizen yang menganggap wisman tersebut berlebihan soal menyebut kerajinan tangan seharga Rp60 ribu sebagai penipuan.

“Gilee 60rb dibilang mahal tuh tenun handmade Gimana itu tenun jd sarung, dia

anggep apa klo pas tau harganya Yg diliat itu proses bikinnya. Tentu aja mari ngetawain davud, bsk2 suruh beli souvenir gantungan kunci kerang aje,” ciut seorang netizen dengan nama akun @xxxarBaw.

“What 60k mahal? Ada yg salah dg bulé itu sepertinya… saya yg org indonesia sendiri beli kain tenun dg harga 120k bahkan sampai jutaan (yg berupa kain sarung) gk merasa keberatan kok ada bulé ngomong gitu aneh begt…,” tulis akun @xxxxxx_seondakh.

“Ini sih influencernya yang ngaco Pak. Penjual berhak kasih harga berapapun. Pembeli berhak memilih mau beli atau tidak. Bilang mahal boleh, jangan bilang scam. Tenun handmade itu kalau dia beli di Paris dengan harga 5x lipat ga akan dibilang scam. Paling bilang mahal. Trop cher,” ciut akun @dianxxxx menimpali ciutan Menparekraf.

Dikutip dari Liputan 6, Desa Sade merupakan salah satu dusun di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa ini hanya memiliki sekitar 152 kepala keluarga.Sebagai suku asli yang tinggal di Lombok Tengah, masyarakat suku Sasak memegang teguh tradisi sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Hal inilah yang membuat desa ini populer dan menarik untuk dikunjungi. Selain kehidupan suku asli Pulau Lombok, pengunjung juga bisa melihat rumah adatnya yang masih tradisional. (—)

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan