5 January 2026
Indeks

Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag di Sultra, Ini Pesan Gubernur Andi Sumangerukka

  • Bagikan
Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag di Sultra, Ini Pesan Gubernur Andi Sumangerukka
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Sultra di pelataran Kanwil Kemenag Sultra pada Sabtu (3/1/2026). (Foto: ISTIMEWA)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) memimpin langsung upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) tingkat Provinsi Sultra di pelataran Kanwil Kemenag Sultra pada Sabtu (3/1/2026).

Upacara tersebut juga diikuti oleh Kakanwil Kemenag Sultra H. Mansur, Forkopimda, ketua ormas keagamaan, tokoh agama dan masyarakat, para mantan Kakanwil Kemenag Sultra, Purnabakti, segenap ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra dan Kota Kendari, DWP Kanwil Kemenag Sultra, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Gubernur ASR mengatakan, kemajuan teknologi yang terjadi saat ini tidak untuk dijadikan sebagai hambatan, tetapi tantangan.

“Kemenag menghadirkan pegawai-pegawai yang berintegritas yang akan menjawab semua tantangan yang ada,” ungkap ASR.

Ia berharap, Kemenag bisa memberikan pencerahan bahkan memfasilitasi semua kegiatan kolaborasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan pemerintah pusat.

HAB ke-80 Kemenag itu mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Gubernur ASR menegaskan, kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.

Menurutnya, kerukunan merupakan sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar dalam sambutannya mengatakan, sepanjang tahun 2025, Kemenag bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak” untuk membuktikan bahwa semangat itu bukan sekedar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat.

Kata dia, transformasi digital yang dilakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat.

Juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana paramita, dan dana kebajikan.

“Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan kita terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua,” tuturnya.

Kata Nasaruddin, inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kemenag sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang melebihinya.

Melalui program Desa Sadar Kerukunan, Kemenag memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar menuju praktik nyata di tengah masyarakat. (B/ST)

Kontributor: Ismu Samadhani 

Follow WhatsApp Channel Sultratop untuk update berita pilihan

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan