19 July 2024
Indeks
Iklan Sultratop

Lapangan Atlet Voli di Punggolaka Tertimbun Lumpur akibat Banjir, Jadwal Latihan Berhenti

  • Bagikan
Lapangan bola voli di Kelurahan Punggolaka tertimbun sedimen tanah pembangunan perumahan yang dibawa arus banjir. (Foto: Istimewa)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Lapangan voli yang menjadi tempat latihan atlet di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari tertimbun lumpur akibat banjir yang terjadi pada 2 Juli 2024.

Hal ini menyebabkan jadwal latihan para atlet berhenti karena tidak adanya lapangan. Salah satu official dari tim voli putra Pandegara dari Kelurahan Punggolaka, Dika, mengatakan, banjir yang bercampur lumpur menyebabkan lapangan tidak bisa digunakan.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Kata dia, kondisi ini sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, mereka sempat melakukan perbaikan lapangan pada 21 April 2024, tapi sayangnya kembali tertimbun lumpur. Padahal lapangan tersebut menjadi tempat latihan rutin atlet voli sebanyak tiga kali dalam seminggu berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Akibat lapangan tidak bisa digunakan, para atlet berjumlah kurang lebih 20 orang disebar ke sejumlah tempat untuk bisa tetap berlatih dan ikut event pertandingan. Ia menyebutkan, event terakhir yang diikuti timnya adalah Bhayangkara Cup ke-78 di Polres Konut dan meraih juara 2.

“Mereka ini atlet berprestasi dan sudah main sampai Porda. Ini tempat mereka latihan, tapi karena banjir lumpur dari pembukaan lahan perumahan A99, ya sudah tertimbun,” kata Dika kepada Sultratop.com di Kendari, Jumat (5/7/2024).

Proses perbaikan lapangan yang tertimbun lumpur atau sedimen tanah oleh warga setempat pada 21 April 2024. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, korban banjir di Kelurahan Punggolaka khususnya lingkungan RT 11 dan RT 12 menuntut pembangunan perumahan A99 dihentikan.

Warga RT 11 Kelurahan Punggolaka Dika mengatakan, mereka sudah beberapa kali merasakan dampak banjir yang membawa lumpur atau sedimen tanah ke kawasan pemukiman warga tahun ini. Banjir pertama 2024 kata dia, terjadi pada Ramadan.

Kemudian banjir kedua yang terjadi pada 2 Juli 2024 dan hujan turun sepanjang hari, dianggap banjir terparah, karena lumpur sedimen yang dibawa aliran air lebih tebal.

Sementara itu, pemilik perumahan A99 Kendari Agung dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (5/7/2024) mengatakan, penyebab banjir bercampur lumpur bukan hanya disebabkan Perumahan A99, melainkan ada faktor lain.

“Alhamdulliah sudah ada solusi setelah ada rapat kordinasi dengan pemerintah beserta masyarakat,” ujarnya. (—)

Penulis: Ilham Surahmin

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI

  • Bagikan