26 May 2024
Indeks

Kinerja Perbankan di Sultra per Februari 2024, Kredit Tumbuh, DPK Melambat

  • Bagikan
Kepala OJK Sultra Arjaya Dwi Rara dalam acara Bincang Jasa Keuangan (Bijak) yang digelar OJK Sultra di salah satu kafe di Kendari, Selasa (30/4/2024). (Foto: Ist)

SULTRATOP.COM, KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) kembali merilis kinerja perbankan di Sultra periode Februari 2024. OJK mencatat aset dan kredit perbankan meningkat, namun dana pihak ketiga (DPK) terkoreksi melambat.

Kepala OJK Sultra Arjaya Dwi Rara mengatakan, aset perbankan di Sultra tumbuh 3,57% (yoy), disertai indikator fungsi intermediasi (LDR) yang relatif stabil 122,17% dengan risiko kredit (NPL) yang tetap terjaga sebesar 1,88%.

Iklan Astra Honda Sultratop

Ia menjelaskan, dari sisi aset perbankan, baik bank umum maupun BPR Sultra tumbuh sebesar Rp45,38 triliun atau meningkat 3,57 persen dibandingkan dengan 2023 pada periode yang sama sebesar Rp43,81 triliun.

Kemudian untuk DPK tercatat Rp29,85 triliun, melambat dibandingkan 2023 yang tumbuh Rp32,20 triliun.

“Untuk bank umum memang terkoreksi -7,43% yoy akibat penurunan jumlah giro yang cukup signifikan pada posisi Februari 2024. Sementara BPR, DPK-nya itu tumbuh 16,97% yoy yang mengindikasikan simpanan masyarakat di BPR cukup baik,” terangnya dalam acara Bincang Jasa Keuangan (Bijak) yang digelar OJK Sultra di salah satu kafe di Kendari, Selasa (30/4/2024).

Dari sisi kredit sebesar Rp36,47 triliun atau tumbuh 1,71 persen jika dibandingkan tahun lalu dengan periode yang sama sebesar Rp35,85 triliun.

Selanjutnya dari sisi penyaluran kredit, untuk kredit perbankan di Sultra didominasi oleh penyaluran kredit kepada sektor pemilikan peralatan rumah tangga lainnya termasuk pinjaman multiguna yaitu sebesar 40,86 persen, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 19,68 persen, dan sektor untuk pemilikan rumah tinggal 13,30 persen.

Dari sisi pertumbuhan year on year, sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya tumbuh paling signifikan yaitu 73,54 persen, kemudian disusul pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 36,35 persen, kemudian untuk kepemilikan rumah tinggal sebesar 23,62 persen.

Kemudian dari sektor Kredit UMKM tumbuh sebesar 1,63 persen dengan rasio NPL UMKM di posisi 3,22 persen. Pangsa kredit UMKM sebesar 37,95 persen dari total penyaluran kredit sebesar Rp36,12 triliun.

Bila dilihat per kategori UMKM, pertumbuhan kredit UMKM secara yoy didominasi oleh kredit mikro sebesar 32,54 persen, kredit menengah 17,30 persen, dan kredit kecil yang terkoreksi -9,91 persen.

Selanjutnya kinerja pasar modal di Sultra mengalami peningkatan yang tercermin dari jumlah rekening investasi tumbuh 43,47 persen (yoy) dengan total rekening investasi posisi Februari 2024 sebanyak 91.451 rekening.

Tak hany kinerja pasar modal yang mengalami peningkatan, perkembangan pengguna fintech di Sultra juga mengalami pertumbuhan yang positif.

Dilihat dari jumlah lender (akumulasi) terdapat peningkatan sebanyak 2.432 entitas atau 93,47 persen yoy, seiring dengan itu borrower (akumulasi) juga mengalami peningkatan sebesar 29,05 persen (yoy).

Di sisi jumlah transaksi per akun, khusus untuk akun lender terkoreksi sebesar 6,95 persen yoy dan transaksi borrower
terkoreksi sebesar 10,49 persen.

Per posisi Januari 2024, jumlah outstanding pinjaman fintech di Sultra sebesar Rp258 miliar atau meningkat 43,40 persen yoy dengan TWP90 sebesar 0,87 persen. (—-)

Kontributor: Ismu Samadhani



google news sultratop.com
  • Bagikan