24 April 2024
Indeks

Harga Beras di Kendari Naik, Tembus Rp14.000 per Liter

  • Bagikan
Harga Beras di Kendari Naik, Tembus Rp14.000 per Liter

SULTRATOP.COM, KENDARI – Harga beras di beberapa pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau melonjak naik beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan harga yang dilakukan di Pasar Anduonohu pada Jumat (23/2/2024), beras ukuran 5 kilogram (kg) dibanderol dengan harga Rp80 ribu dari harga normalnya sekitar Rp60-70 ribuan.

Iklan Astra Honda Sultratop

Sementara ukuran 10 kg yang sebelumnya dijual dengan harga Rp140 ribu, kini seharga Rp160 ribu. Ukuran 25 kg dari harga Rp360 ribu menjadi Rp400 ribu, dan ukuran 50 kg dari Rp700 ribu menjadi Rp800 ribu.

“Kalau per liter sekarang kita jual Rp14 ribu dari harga Rp11 ribu,” ungkap salah seorang pedagang, Kewa (40).

Ia mengaku bahwa kenaikan harga tersebut sudah berjalan kurang lebih seminggu terakhir. Beras yang dijualnya tersebut berasal dari Kabupaten Konawe yang juga dibelinya dari tangan kedua.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari orang penggilingan di Konawe, kenaikan harga tersebut dipicu oleh kurangnya stok yang ada.

Selain itu, harga beras merah juga diakuinya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya ia membeli beras merah dalam Kota Kendari dengan harga Rp450 ribu per 50 kg.

Namun karena stok di Kendari kosong, beras merah dibelinya dari Kota Baubau dengan harga Rp1 juta per 50 kg dan dijual per liter seharga Rp23 ribu dari harga Rp16 ribu sejak 3 minggu terakhir.

Karena lonjakan harga tersebut, Kewa mengaku sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat sekitar.

“Pembelian menurun karena mahal, rata-rata beli beras dari Bulog. Secara tidak langsung bikin rugi karena kita harus tambah modal dan penjualan kurang lancar. Tapi kita kasihan juga sama pembeli,” ujarnya.

Pedagang lain di Pasar Korem Kendari, Sulaeman (46) juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, harga naik karena stok yang kurang.

Kendati demikian, ia merasa tidak dirugikan. Pasalnya, harga di penggilingan naik otomatis harga di pasar juga ikut naik, dan mau tidak mau masyarakat akan tetap membeli karena beras merupakan kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha, mengatakan, harga beras masih mengalami kenaikan sebagai dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Sultra.

“Yang lalu terkendala karena kekeringan El Nino. Sekarang kan cuaca ekstrem jadi itu yang mempengaruhi petani dalam melakukan panen,” tuturnya.

Sehingga, untuk antisipasi hal tersebut maka Disperindag Sultra melakukan koordinasi bersama TPID Sultra agar memantau pasar untuk melihat perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional dan modern. (—-)

Kontributor: M1
Editor: Ilham Surahmin



google news sultratop.com
  • Bagikan