31 March 2025
Indeks

Gubernur ASR Dorong Budi Daya Maggot di Konawe untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

  • Bagikan
Gubernur ASR Dorong Budi Daya Maggot di Konawe untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem
Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (kedua dari kiri). (Foto: Bambang Sutrisno/Sultratop.com)

SULTRATOP.COM, KONAWE – Budi daya maggot kini menjadi solusi inovatif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk mengatasi pencemaran limbah organik sekaligus memberdayakan masyarakat miskin ekstrem.

Program yang didukung oleh Gubernur Sultra ini tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga melalui produksi pakan ternak berkualitas tinggi.

Iklan Astra Honda Motor Sultratop

Dalam rangka 100 hari masa kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua, pemerintah meluncurkan bantuan budi daya maggot untuk pengentasan kemiskinan ekstrem serta bantuan modal usaha bagi ibu rumah tangga (mantu).

Kegiatan ini berlangsung di Jalan Poros Kendari-Kolaka, tepatnya di Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, pada Minggu (23/3/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Konawe, pejabat teknis terkait, dan Forkopimda.

Solusi Inovatif bagi Lingkungan dan Ekonomi

Maggot Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam merupakan inovasi dalam budi daya pakan ternak yang berfungsi mengurangi limbah organik sekaligus menyediakan pakan ternak bergizi.

Maggot, yang merupakan larva dari kumbang tanduk (Hermetia illucens), tumbuh dengan memakan limbah organik seperti sisa makanan, sampah pertanian, dan limbah industri kelapa. Dengan metode ini, limbah organik dapat dikelola secara efektif untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi yang kaya protein dan lemak.

Pengembangan usaha ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan daerah, mengurangi ketergantungan pada pakan ternak konvensional, serta mendukung keberlanjutan pertanian di Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengatakan bahwa peresmian budi daya maggot ini merupakan upaya mendukung pelaku usaha sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pertanian.

“Pemilik budi daya maggot ini namanya Aswan. Dia memiliki hobi yang cukup unik dan inovatif dalam menciptakan karya di bidang pertanian, khususnya pakan ternak,” ujarnya.

“Masyarakat tidak perlu ragu untuk berkreasi. Budi daya maggot ini suatu saat bisa berpengaruh besar dalam dunia pertanian jika didukung dengan pengembangan produksi untuk memenuhi kebutuhan sektor ini,” tambahnya.

Dukungan Modal Usaha bagi Ibu Rumah Tangga

Gubernur ASR Dorong Budi Daya Maggot di Konawe untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Selain meluncurkan budi daya maggot, Gubernur Sultra juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta kepada 50 ibu rumah tangga penerima manfaat.

“Kita harapkan bantuan ini bisa terus bergulir dan menjangkau seluruh wilayah di 17 kabupaten/kota. Ke depan, pasti akan lebih banyak lagi masyarakat yang mendapat bantuan serupa,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sultra, Andi Makkawaru, mengatakan bahwa sejak 2024 pihaknya telah mencoba mengatasi permasalahan sampah organik melalui budi daya maggot.

“Kenapa kita pilih maggot? Karena lahan yang dibutuhkan tidak luas. Sementara kategori miskin ekstrem itu biasanya tidak memiliki rumah atau lahan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan mereka bisa memanfaatkan lahan sempit yang tersedia. Jika dikelola dengan baik, dalam 21 hari sudah bisa menghasilkan,” jelasnya.

“Budi daya maggot ini tersebar di empat wilayah, yaitu Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe,” tambahnya.

Perjalanan Aswan Mengembangkan Budi Daya Maggot

Sementara itu, pemilik usaha maggot, Aswan, mengungkapkan bahwa ia telah mempelajari budi daya maggot selama tiga tahun hingga akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi.

“Awalnya saya hanya fokus mengelola dan membudidayakan maggot. Namun, karena mendapat respons positif dari Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, saya diajak bertemu dan berdiskusi lebih lanjut,” katanya.

“Pada 2024, akhirnya pemerintah menganggarkan program budi daya maggot yang menyasar 40 pembudidaya dalam skala perumahan. Saat ini, saya telah membentuk 40 pembudidaya maggot, dan kini kami telah membentuk koperasi produsen,” tuturnya.

Dengan semakin berkembangnya budi daya maggot di Konawe, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara, baik dalam pengelolaan limbah organik maupun dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin ekstrem. (A/ST)

Laporan: Bambang Sutrisno

IKUTI BERITA DAN ARTIKEL KAMI


  • Bagikan