8 Hal yang Harus Diketahui Tentang Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Manusia

  • Bagikan
8 Hal yang Harus Diketahui Tentang Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Manusia
Pemanasan atmosfer akibat perubahan iklim memengaruhi pola cuaca, menyebabkan badai dan kekeringan yang lebih sering dan parah di banyak wilayah global. (Foto: Pixabay)

SULTRATOP.COM – Apakah itu pemanasan global, perubahan iklim atau krisis iklim global?

Masing-masing istilah ini mengacu pada hal yang sama, yakni fakta bahwa suhu rata-rata atmosfer bumi meningkat.

Saat suhu naik, berbagai dampak mengubah aspek iklim di bumi seperti musim panas yang lebih panas, suhu laut yang meningkat, es kutub yang mencair, dan aktivitas badai yang meningkat.

Jika tidak dikendalikan, dampak ini akan menciptakan krisis bagi manusia dan alam di seluruh dunia.

Berikut beberapa hal yang harus kita ketahui tentang pemanasan global dan dampaknya bagi kehidupan manusia.

Apakah manusia penyebab pemanasan global?

Ya. Lebih dari 97% ilmuwan setuju bahwa manusia menyebabkan pemanasan global.

Percepatan pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan hutan telah menyebabkan peningkatan pesat gas rumah kaca di atmosfer.

Para ilmuwan telah mengetahui selama berabad-abad bahwa gas di atmosfer bumi seperti karbon dioksida dan metana bertindak sebagai rumah kaca, mencegah sejumlah radiasi panas keluar kembali ke luar angkasa.

Semakin banyak karbon dioksida di atmosfer maka semakin hangat.

Sepanjang sejarah Bumi, tingkat karbon dioksida berfluktuasi karena aktivitas vulkanik atau siklus karbon (hewan dan bakteri menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida sementara tumbuhan melakukan sebaliknya).

Apa ancaman utama pemanasan global?

Ancaman utama pemanasan global yang bersumber dari kenaikan suhu atmosfer bumi antara lain naiknya permukaan air laut, runtuhnya ekosistem, dan cuaca yang ekstrem.

Meningkatnya suhu dari emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh manusia mempengaruhi sistem di seluruh planet dalam berbagai cara.

Pemanasan global menghangatkan daerah kutub sehingga lapisan es di kutub mencair dan menyebabkan kenaikan permukaan laut. (Foto: Pexels)

Misalnya, menghangatkan daerah kutub sehingga lapisan es di kutub mencair dan menyebabkan kenaikan permukaan laut.

Perubahan iklim mempengaruhi habitat laut dengan menurunkan oksigen, mengurangi fitoplankton (tumbuhan kecil yang menjadi dasar rantai makanan laut) dan merusak terumbu karang.

Pemanasan atmosfer memengaruhi pola cuaca, menyebabkan badai dan kekeringan yang lebih sering dan parah di banyak wilayah global.

Bagaimana perubahan iklim memengaruhi lautan?

Pemanasan suhu lautan mencairkan es kutub, pergeseran arus laut dan migrasi ikan, dan menyebabkan pemutihan karang.

Semua karbon dioksida yang diserap ekstra ini mengubah kimiawi lautan menjadikannya lebih asam. Faktanya, tingkat pengasaman laut adalah yang tertinggi dalam 300 juta tahun!

Ini berdampak negatif pada banyak habitat dan hewan laut, terutama karang.

Bagaimana perubahan iklim memengaruhi pertanian dan makanan kita?

Perubahan iklim mengganggu pola cuaca, menyebabkan kekeringan dan banjir yang lebih ekstrem dan sering yang secara langsung mengancam panen.

Pemanasan global berkontribusi terhadap peningkatan populasi hama serangga yang memakan bagian hasil panen yang lebih tinggi.

Namun, petani sebenarnya memainkan peran penting dalam mengatasi perubahan iklim.

Lahan pertanian adalah salah satu penyimpan karbon alami terbesar di bumi. Ketika petani menggunakan praktik kesehatan tanah seperti tanaman penutup, pengurangan pengolahan tanah, dan rotasi tanaman, dapat menarik lebih banyak karbon dari atmosfer.

Apakah penggundulan hutan berkontribusi terhadap perubahan iklim?

Hutan adalah penyimpanan karbon alami yang paling penting. Jadi ketika pohon di hutan ditebang maka akan kehilangan kemampuannya untuk menyimpan gas rumah kaca. (Foto: Pexels)

Ya. Hutan adalah penyimpanan karbon alami yang paling penting. Jadi ketika pohon di hutan ditebang maka akan kehilangan kemampuannya untuk menyimpan gas rumah kaca. Pohon yang terbakar melepaskan lebih banyak karbon ke atmosfer.

Hutan adalah salah satu “solusi iklim alami” terbaik yang kita miliki. Jika dapat memperlambat atau menghentikan deforestasi dan mengelola lahan alami agar sehat, kita dapat mencapai hingga sepertiga dari pengurangan emisi yang dibutuhkan pada 2030 untuk menjaga agar suhu global tidak naik lebih dari 2°C (3,6°C).

Itu setara dengan dunia menghentikan sepenuhnya pembakaran minyak.

Apa solusi untuk perubahan iklim?

Untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim, kita harus mengurangi emisi karbon ke titik di mana kita menahan pemanasan global tidak lebih dari tambahan 1,5 °C (~3 °F).

Untuk melakukan itu, kita harus berkomitmen untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2050.

Apa yang terjadi jika kita tidak melakukan apapun untuk menghentikan perubahan iklim?

Jika kita tidak mengambil tindakan lebih lanjut untuk menghentikan dampak pemanasan global, kemungkinan suhu global akan naik sebesar 2-4 °C (3-7 °F) pada akhir abad ini.

Jenis pemanasan ini dapat menyebabkan bencana pencairan lapisan es di Greenland dan Antartika, menyebabkan kenaikan permukaan laut yang akan membanjiri sebagian besar kota pesisir global.

Satwa liar dan habitatnya akan hancur, menyebabkan kepunahan spesies massal. Badai super, kekeringan, dan gelombang panas akan menjadi semakin umum dan ekstrem, yang menyebabkan krisis kesehatan dan penyakit yang parah.

Produksi pertanian akan anjlok, kemungkinan besar menyebabkan kekurangan pangan dan kelaparan global. Pasokan air akan hilang di seluruh dunia, membuat beberapa wilayah hampir tidak dapat dihuni.

Apakah tidak ada harapan untuk menghentikan perubahan iklim?

Dibutuhkan keberanian dan ambisi untuk menghentikan pemanasan global.

Mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050 adalah tujuan yang ambisius, yang akan membutuhkan upaya besar di setiap sektor ekonomi.

Kita tidak punya banyak waktu, tetapi jika kita siap untuk bertindak sekarang, dan bertindak bersama, kita dapat secara substansial mengurangi laju pemanasan global, dan mencegah dampak terburuk dari perubahan iklim agar tidak terjadi.

Yang paling membesarkan hati adalah ekonomi rendah karbon yang perlu kita ciptakan juga akan memberi kita udara yang lebih bersih, pilihan energi yang lebih baik, pekerjaan baru, dan bahkan mungkin menghemat uang kita. (—-)

Sumber: The Nature Conservancy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *