SULTRATOP.COM, KENDARI — Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional di Kota Kendari resmi dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, pada Sabtu (30/8/2025).
GPM tersebut dilaksanakan di 11 kecamatan di Kota Kendari. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyediakan 7 ton beras kemasan 5 kg, 240 kg gula pasir, 240 liter minyak goreng, dan sekitar 250 rak telur per kecamatan.
Harga yang ditawarkan juga berada di bawah harga pasar, yaitu Rp58.000 untuk 5 kg beras SPHP, Rp15.500 per liter minyak goreng, Rp17.500 per kg gula, dan Rp50.000 per rak telur.
Wagub Hugua mengatakan bahwa dalam GPM ini ada tiga komoditas utama yang saat ini dijaga ketat oleh Pemprov Sultra, yaitu beras, gula, dan minyak. Menurutnya, di 17 kabupaten/kota di Sultra, kegiatan serupa juga dilakukan.
“Kami menjaga stabilitas harga ini. Dan hari ini, alhamdulillah, lonjakan harga tidak terjadi di sini,” ungkapnya.
Tidak hanya di Kendari, Hugua juga menyebutkan bahwa di 221 kecamatan di Sultra, jumlah yang sama disediakan untuk ketiga komoditas tersebut. Sementara itu, untuk telur, Pemkot Kendari bekerja sama dengan salah satu distributor setempat.
GPM ini juga bertujuan untuk menekan angka inflasi di Sultra, yang saat ini tercatat sebesar 3,72 persen (year on year/YoY). Ia berharap stabilitas harga di Sultra dapat menjaga keadaan sosial, politik, serta kamtibmas tetap aman.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menambahkan bahwa inflasi di ibu kota provinsi Sultra saat ini masih berada pada angka 3,2 persen, yang lebih rendah dari angka nasional maupun provinsi. Meskipun demikian, ia berharap GPM dapat menekan angka inflasi lebih lanjut.
“Kami menargetkan agar inflasi di Kota Kendari bulan depan dapat turun menjadi 2 hingga 1 persen. Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan ini hingga harga di pasar stabil, bahkan hingga Desember mendatang,” tuturnya.
Sudirman juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kendari untuk datang ke kecamatan masing-masing memanfaatkan program GPM ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa jumlah komoditas yang disiapkan tersebut khusus untuk pelaksanaan GPM pada hari itu. Namun, gerakan ini akan ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan Kendari, TNI/Polri, BUMN, dan stakeholder terkait.
“Kami akan terus menggencarkan gerakan pangan murah di kecamatan maupun kelurahan. Kami tidak akan berhenti. Selama masyarakat membutuhkan beras, Pemkot melalui dinas ketahanan pangan akan terus turun ke lapangan,” ujar Rauf.
Khusus untuk GPM di Kecamatan Kadia, 7 ton beras, 240 liter minyak goreng, dan 240 kg gula pasir habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam setelah dibuka. Pada saat yang sama, sekitar 200 rak telur juga telah diserbu masyarakat.
“Persyaratan khususnya adalah warga Kadia dengan membawa KTP. Kami batasi pembelian setiap warga, yakni maksimal 10 kg beras, 1 liter minyak, dan 1 kg gula pasir. Sedangkan untuk telur, kami bekerja sama dengan UD Gangga,” kata Camat Kadia, Hasman Dani.
Ia berharap GPM ini dapat membantu masyarakat, terutama kelompok yang kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas, dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka. (B/ST)
Kontributor: Ismu Samadhani